Sebuah Coretan di Penghujung Ramadhan 1436 H

Standar

bismillah!

Ya Allah, telah berlalu suatu masa, ketika kami masih merupakan bentuk yang tidak jelas, ketika kami masih berupa sesuatu yang belum pantas untuk disebut. Kemudian ENGKAU berikan kami pendengaran serta penglihatan. KAU sempurnakan bentuk kami dan KAU hadirkan kami ke muka bumi. Maha Kuasa ENGKAU ya Rabb untuk menjadikan kami hewan, yang mungkin terbang dari kotoran ataupun tempat sampah. Namun KAU jadikan kami sebagai manusia, dalam bentuk yang seindah-indahnya, Subhanallah…
Maka nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan?

Waktu datang dan pergi di kehidupan ini. Langit biru, awan putih, suara ombak yang memecah pantai…semua itu dalam keteraturan kuasaMU ya Rabbi

Ya Ghaffur, maafkan kelalaian kami
Begitu banyak cobaan kau ujikan pada tanah air kami, ancaman perang…tsunami…gunung meletus…gempa yang tak berkesudahan, namun tak jua menggugah hati kami untuk sujud padaMU
Ya Allah…ampuni kelalaian kami
Betapa masih banyak saudara-saudara kami yang kekurangan pangan, tapi apa yang terjadi pada kami saat menuju waktu berbuka puasa?…kami sibuk berburu jajanan menurutkan hawa nafsu, adapula diantara kami yang berbuka di restoran…dengan hidangan pembuka souffle bolu ataupun caramel custard, sajian utama iga bakar saus apel, udang saus tiram, sup tom yum tuna, bahkan sajian serbet diatas meja pun dibentuk sedemikian rupa mirip kincir angin di negeri Belanda, dan ironisnya….mereka lupa mencari musholla

Sementara diluar resto, ditengah gerimis…beberapa anak-anak kecil mengais tong sampah, memulung kardus-kardus, yang akan mereka jual untuk biaya makan sekeluarga, bagi mereka…ketemu singkong rebus saja…sudah nikmat luar biasa
Ya Allah, kami sungguh-sungguh telah lalai

Syawal telah menanti, jamaah yang tadinya tumpah ruah memenuhi shaf-shaf di awal Ramadhan sudah berpindah memenuhi mall-mall dan swalayan. Masjid pun hanya bisa tersenyum dan maklum, yang tertinggal hanya kelompok ‘elit’…sami sareng…kelompok ekonomi sulit, yahh…mereka itulah para pemakmur masjid

Ya Raqib…RamadhanMU memang bulan ujian. Peserta ujian akan diwisuda dengan gelar sarjana taqwa pada 1 Syawal. Lindungi kami ya Rabb…lindungi agar kami tak membuka hubungan diplomatik lagi dengan para setan maupun sekutunya. Sebulan melebur diri untuk menjaga ucap…menjaga laku dan sikap, biarkanlah itu tetap terpatri menjadi pribadi kami Ya Allah Ya Hafiz

Ya Allah ya Muhaimin…ya Naafi’…ya Haadii….
Andai masih KAU izinkan kami untuk melangkahkan kaki kami diduniaMU ini, jangan KAU lepaskan kami dari pandanganMU, dari penjagaanMU, dari segala petunjukMU…
Hanya semata karena KemuliaanMU lah membuat kami menjadi insan yang pandai bersyukur bukan kufur, karenanya kami bermohon padaMU….semoga ENGKAU tidak mencabut rahmat karuniaMU pada kami

Allahu Rabbi….hanya karena izinMU ya Jabbaar, yang dapat menjadikan langkah-langkah kami berjejak manfaat bukan mudharat

La Haula Wa La Quwwata Illa Billah…..

La Haula Wa La Quwwata Illa Billah…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s